(Last Updated On: May 21, 2019)

Mobile gaming saat ini telah menjadi salah satu pilihan yang menarik. Bagaimana tidak, kalau kita melihat perkembangan mobile gaming, saat ini telah terjadi perubahan yang sangat signifikan. Dari sebuah permainan yang hanya dimainkan oleh anak kecil sampai saat ini telah menjadi suatu sarana permainan yang kompetitif, yaitu E-sport.

Jika kita berbicara tentang perkembangan mobile gaming sebenarnya akan sangat panjang. Semua perkembangan itu sangatlah penting untuk membangun pondasi yang kuat untuk mobile gaming bisa sebesar seperti saat ini. Hal ini juga didukung dengan berkembangnya penggunaan mobile device seperti smartphone atau tablet.

Pada awal tahun 2000-an, kita dapat melihat perkembangan paling signifikan. Jika melihat data statistic market share pada tahun 2000, kita bisa melihat kalau dominasi Nokia masih sangat penting sekali dalam perkembangan ponsel pada waktu itu. Bayangkan saja pada tahun 2000, total seluruh penjualan ponsel Nokia mencapai angka 405 juta ponsel. Angka tersebut sangatlah fantastis. Di Indonesia, Nokia adalah penguasa pasar ponsel. Namun dominasi Nokia hanya bertahan sampai tahun 2014 dengan semakin menurunnya market share mereka ketika Blackberry mulai masuk ke pasar Indonesia.

Smarthpnone

mobile gaming
Orang yang sedang bermain game di Smartphone

Smartphone, siapa sih yang nggak tahu si kecil yang canggih ini? Pasti kita punya satu. Smartphone sebenernya sudah ada dari tahun 1992 yang di rancang oleh IBM bernama Simon. Ponsel itu dipamerkan pada tahun itu sebagai konsep. Barulah pada tahun 1993 smartphone dijual secara umum.

Kalau kita berbicara tentang smartphone di Indonesia, sebenarnya sudah ada dari sekitar tahun 2008. Namun smartphone baru meledak di era Blackberry atau yang biasa kita kenal dengan sebutan BB. BB populer di Indonesia karena BB memiliki sebuah aplikasi chatting yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia.

Pada tahun 2009-an, smartphone bertipe Android mulai memasuki pasar Indonesia yang menawarkan pilihan yang berbeda. Smartphone HTC magic inilah yang menjadi cikal bakal smartphone berbasis android di Indonesia. Pada saat itu smartphone itu dijual dengan harga 6.5 juta dengan paket bundling telkomsel.

Game

Siapa sih yang tidak suka bermain game? Pasti kalian suka bermain game. Saya juga suka bermain game untuk mengisi waktu kosong saya. Namun, jika dulu bermain game console atau komputer, saat ini kita lebih banyak bermain mobile game. Ini karena kita hanya perlu menngunduh game tersebut dari app store.

Hal ini juga yang mendorong popularitas mobile games. Kalau kita mengacu pada artikel yang dituliskan oleh GSM Arena, Entertaiment Software Association (ESA) dan juga 4000 responden dari Amerika Serikat menyebutkan kalau 60% gamers mengatakan bermain game di smartphone mereka.

Data tersebut tidak mengatakan kalau game console atau komputer tidak populer. Data yang mereka dapatkan mengatakan kalau pertumbuhan mobile gaming sedang berada di puncaknya dan dipastikan akan terus berkembang. Dari artikel ini juga mengatakan bahwa memungkinkan kalau mobile gaming nantinya akan menyaingi console atau komputer.

Diremehkan

Siapa sangka kalau bermain game bisa menghasilkan pundi-pundi uang? Saya pun juga tidak mengira kalau hal tersebut bisa menjadi mungkin. Kalau kita kembali ke saat saya masih SD, orang tua saya selalu mengatakan kalau bermain game hanya akan merusak nilai saya dan tidak memberikan efek yang baik.

Kalau kita lihat sekarang ini omongan orang tua saya tidak lagi valid. Mengapa? Kalau kita lihat sekarang banyak sekali orang-orang yang menjadi kaya atau popular dari bermain game. Sebut saja Pewdiepie. Youtuber ini menjadi terkenal karena videonya yang lucu dan juga menghibur.

Kalau kita berbicara tentang Youtuber indonesia, sangat banyak ya. Sebut saja JessNoLimit yang menjadi terkenal karena menjadi pro player game Mobile Legends. Dia juga adalah salah satu contoh Youtuber indonesia yang bisa dibilang pekerja keras. Inilah mengapa banyak sekali orang-orang yang mengidolakan JessNoLimit. Nah, kalau kalian ingin mengetahui tentang e-sport atau sejenisnya kalian bisa membaca artikel ini.

Hah? Mobile Legends?

mobile legends, jess no limit, rrq lemon
Pro Player Mobile Legends

Siapa sih yang nggak tahu game ini? Iya, Mobile Legends adalah salah satu game multiplayer bergenre MOBA atau Multiplayer Online Battle Arena. Game ini sangat terkenal di kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia. Bagaimana tidak, game ini dapat dimainkan dengan smartphone atau tablet yang murah sekalipun.

Bayangkan saja, kalian hanya memerlukan sebuah smartphone atau tablet dengan harga Rp1,5-2 juta untuk bisa memainkan game ini. Sebenarnya kalian pun masih bisa bermain game ini dengan smartphone yang lebih murah lagi. Inilah alasan game ini sangat populer. Terlebih lagi karena banyak sekali pemain dan juga pengaruh social media yang kuat akan game ini.

Kalau dulu saat kita ingin bermain game MOBA pasti kita harus memiliki laptop atau PC yang cukup cepat. Banyak juga orang yang sudah pensiun dari game MOBA ini karena komputer atau laptopnya tidak kuat untuk bermain. Game MOBA yang paling populer saat ini adalah DOTA 2 dan League of Legends. Game ini sangat populer karena memang seru dan mengandalkan strategi.

Ini adalah salah satu alasan kenapa Mobile Legends sangat populer di Asia, terutama di Indonesia. Selain permainannya yang lebih mudah, memainkan game ini ternyata hanya memerlukan pembelajaran mekanisme game yang cukup singkat. Tidak seperti game MOBA DOTA 2 atau League of Legends yang lebih rumit.

PUBG

mobile legends, pubg
Mobile legends vs PUBG

PUBG atau Players Unknown Battle Grounds adalah salah satu game yang paling fenomenal pada tahun 2017. Bagaimana tidak, game ini memadukan unsur game Third Person Shooter dan juga battle royale menjadi satu. Yang menjadikan game ini menjadi populer adalah ketegangan permainannya.

Game ini juga adalah salah satu game yang dijadikan ajang untuk e-sport. Karena seperti yang saya sebutkan tadi, game ini memadukan strategi, presisi, dan juga respons pemain saat bermain game. Selain itu strategi dalam mengatur senjata dan juga perbekalan juga menjadi salah satu alasan kenapa game ini sangat digemari.

Namun sayang game ini dipenuhi oleh bugs-bugs yang mengganggu saat bermain. Bayangkan saja, saat berkendara di game ini, tiba-tiba saat kalian menabrak sebuah batu, mobil kalian bisa tiba-tiba terbang. Memang, pada saat itu game ini sangatlah susah untuk dimainkan.

Namun sekarang game ini sudah mendapatkan banyak sekali perubahan dan update. Jadi kalian semakin sedikit untuk menemukan bugs dalam game ini. Walaupun tidak dimungkiri kalau kadang game ini suka bermasalah. Saya cukup menikmati bermain game ini dulu dan sekarang saya lebih memilih untuk menonton stream game ini di twitch.

PUBG Mobile

Ya, seperti dugaan kalian, ini adalah versi mobile dari PUBG yang bisa kalian mainkan di smartphone atau tablet yang berbasis sistem operasi Android atau IOS. Game ini sangatlah mirip seperti versi komputernya. Namun, pada PUBG mobile ini terdapat penyesuaian mekanisme game.

Fitur favorit saya adalah indikator penunjuk arah langkah kaki. Ini adalah salah satu pembeda yang sangat terlihat dari yang versi komputer dengan yang versi mobile. Selain itu saya merasakan kalau PUBG Mobile lebih mudah dari yang versi komputer. Namun, semua kemudahan itu tidak membuat permainan menjadi flat.

Sebaliknya, unsur suspense dan juga adrenalin game ini masih sangat mirip seperti yang versi komputer. Ini juga adalah alasan kenapa PUBG mobile adalah salah satu game yang populer di Indonesia. Saya rasa, Tencent, developer dan juga publisher game asal China ini memiliki banyak peran positif akan perkembangan game ini.

Bagaimana tidak, raksasa ini sanggup memberikan pengalaman bermain game yang lebih baik dibandingkan kakaknya yaitu PUBG versi komputer. Dalam beberapa bulan bahkan minggu mereka dapat memberikan update yang bagus untuk game dan juga konten game itu sendiri.

Berdarah-darah

Game seperti PUBG ini memang memiliki banyak tingkatan kesuksesan. Namun beberapa hari yang lalu, Tencent, raksasa publisher dan developer game asal China ini harus menyerah dengan pemerintah China. Setelah banyak banding yang ditolak oleh pemerintah setempat, mereka ahirnya merilis game yang lebih “family friendly”.

Memang di China pemerintah memberlakukan aturan atau regulasi untuk game yang memiliki muatan kekerasan, judi, atau seksual. Game PUBG Mobile ini adalah game FPS yang pastinya akan menimbulkan pertumpahan darah saat pemain lawan ditembaki. Dari sisi inilah pemerintah China memberikan larangan kepada Tencent.

Larangan inilah yang membuat Tencent tidak bisa me-monetized game mereka untuk mendapatkan revenue akan PUBG mobile yang beredar di China. Larangan ini yang membuat mereka untuk membuat game bernama “Game for Peace” yang sebenarnya sama saja Cuma tidak ada unsur darah. Ketika pemain lawan mati tertembak, mereka akan bangkit dan melambaikan tangan.

Jika kita melihat statistik pemain aktif PUBG mobile di China memang sangatlah banyak, yaitu 70 juta pemain aktif setiap harinya. Mungkin menurut saya, Tencent membuat game yang baru agar tidak kehilangan pemain aktif tersebut. Game for Peace diprediksi akan membukukan pendapatan yang fantastis.

Media Sosial

social media terhadap mobile game
Social media berdampak kepada game

Siapa sangka kalau social media memiliki peran yang sangat penting untuk mobile game dapat dikenal. Sebut saja iklan Mafia City yang lucu membuat banyak orang membicarakannya di social media. Bahkan Youtuber membuat video untuk membahas iklan tersebut.

Walaupun iklannya tidak berhubungan dengan gamenya, tetap saja iklan yang lucu seperti Mafia City dapat menarik perhatian banyak orang. Entah perhatian yang positif atau yang negatif sekalipun dapat memberikan awareness terhadap game itu. Bagaimana tidak, sekarang ini setiap orang pasti memiliki social media, entah itu Instagram atau Twitter.

Fungsi media sosial itu sendiri selain untuk membagikan konten juga dapat digunakan untuk berjualan. Kalau tidak salah, saya dulu pernah diberi tahu oleh dosen saya kalau Indonesia dijadikan tempat penelitian untuk Facebook dan Instagram karena kebiasaan penggunanya yang unik.

Lomba

Dari tadi kita berbicara tentang game, kita tidak berbicara tentang lomba dari game itu sendiri. Biasa lomba atau turnamen game disebut juga sebagai E-sport. Kalau kita berbicara lomba tournament game seperti Overwatch World Cup 2019 yang akan diselenggarakan pada 1-2 November 2019. Acara itu akan diselengarakan di Anaheim, California.

Pada tahun ini akan sangat banyak turnamen game yang akan diselenggarakan. Salah satunya adalah Overwatch World Cup ini. Ada juga tournament Evolution Championship Series atau yang biasa dikenal sebagi Evo. Evo adalah tournament game fighting. Game yang biasa dimainkan adalah Super Smash Bros Ultimate, Tekken, Mortal Kombat, dan lain-lain.

Dari tadi saya membahas lomba turnamen game yang berada di luar negri, apakah di Indonesia tidak ada lomba semacam itu? Jawabannya ada kok. Sebut saja MPL, sebuah turnamen game Mobile Legends ini sudah berada di season ke-3. Walaupun turnamennya sudah selesai dan juaranya sudah ketahuan, saya rasa tidak masalah kalo kita bahas sedikit.

MPL season 3 ini sudah berlangsung dari 19 Febuari dan selesai pada 5 Mei. Untuk tahun ini MPL season 3 yang menjadi juaranya adalah tim E-sport Onic. Selain itu ada juga ada tournament E-sport bernama Piala Presiden untuk ajang mobile gaming ini.

Developer

Sekarang ini banyak developer yang lebih memilih platform mobile gaming untuk membuat game. Banyak sekali alasan mereka untuk memilih platform ini. Salah satunya adalah karena platform mobile lebih mudah untuk di-monetized dan juga lebih profitable. Kita pasti pernah mendengar istilah pay to win atau wallet warrior

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Newzoo menunjukan bahwa 1.5 miliar orang telah atau pernah bermain game di smartphone atau tablet. 51% dari keseluruhan total pemain adalah pemain global yang saling terhubung. Hampir sepertiga (32%) pernah atau telah melakukan pembelian dalam game (in game purchase).

Setiap wilayah memiliki rata-rata pembelian yang berbeda. Kita bisa melihat bahwa populasi masyarakat di Amerika Utara, dari 49% gamer melakukan pembelian in game purchase sebesar $7.68/bulan. Dari total pembelian secara global dapat kita lihat bahwa terdapat kenaikan profit sebesar 51% dibandingkan dari tahun sebelumnya.

Ini juga yang mendorong sebuah publisher dan developer gamer asal Amerika Serikat untuk membuat game mobile berjudul Diablo Immortal. Walaupun game ini memiliki publisitas yang negatif, mereka tetap melakukan developing game ini. Tetapi semua keputusan ini harus mereka tanggung karena nilai saham mereka menurun drastis setelah penggumuman game ini.

Enaknya pake apa ya?

Sebagai seorang yang suka bermain mobile games, saya juga suka merasakan lag atau ping spikes yang pastinya sanggat menggangu experience bermain saya. Saya memiliki experience membanting mifi dari salah satu operator penyedia internet yang sudah tidak beroperasi. Karena lag spikes-nya yang membuat saya kalah dan tidak menikmati permainan.

Saya memiliki 4 smartphone, Samsung Galaxy s6, Xiaomi Redmi Note 4, Xiaomi Mi Mix 2s, dan iPhone xr. Namun dari 4 smartphone itu saya dapat menyimpulkan kalau bermain game di sebuah Apple devices lebih smooth dan tidak lag. Memang harga tidak pernah bohong, namun saya rasa hardware saja tidak menjamin kalau game itu akan enak untuk dimainkan.

Saya rasa semua ini tidak dapat disalahkan dari segi hardware, sinyal dari ISP pun berpengaruh untuk mendapatkan experience gaming yang baik. Saya kalau di luar rumah memang memakai kartu dari operator Telkomsel dan juga XL. Saya rasa mereka adalah yang terbaik. Namun kalau untuk di rumah saya rasa Groovy yang terbaik untuk bermain game.

Groovy menawarkan paket gaming yang pastinya cocok untuk kita gamer. Selain mereka menawarkan internet rumah dengan jaringan Fiber Optic, mereka juga menawarkan paket internet dengan TV kabel yang pastinya dapat digunakan untuk keluarga di rumah. Groovy ingin memberikan internet yang dapat membuat keluarga betah di rumah.

Write A Comment