(Last Updated On: August 20, 2019)
jualan online

Istrimu kerja apa. Sering aku mendapatkan pertanyaan seperti itu. Tidak sedikit yang mempertanyakan pilihan hidup kami, mengingat dia adalah lulusan S2 Fisika ITB, tetapi hanya di rumah sembari jualan online. Aku dengan bangga mengatakan dia jualan online gamis dan kerudung. Asal paham cara sukses jualan online, penghasilan yang kita dapat bisa melebihi pekerja kantoran.

Sebagai pegawai Kementerian Keuangan, aku sendiri tak akan malu menceritakan pengalamanku berjualan online. Salah satunya, pernah sekali waktu aku berjualan Blackberry tatkala masih bertugas di Sumbawa Besar, NTB. Blackberry itu kubeli di Batam. Statusku hanya penjual perantara. Dropshipper. Aku hanya mengandalkan media sosial dan aplikasi chatting seperti BBM untuk menyiarkan/broadcast produk Blackberry yang harganya jauh lebih murah dari harga pasar—karena statusnya yang black market. Dengan cara itu, dalam sebulan aku bisa mendapatkan setidaknya 5 pembeli. Lumayan untungnya buat tambahan uang jajan.

Kenapa harus jualan online?

Setidaknya ada beberapa alasan kenapa kamu harus mulai mencoba jualan online. Pertama, banyak orang berpikir, bahwa memulai bisnis itu harus memiliki modal yang besar. Akibatnya, mereka terlalu berpikir untung dan rugi sehingga takut terhadap risiko yang ada. Buat kamu yang kepengen banget punya usaha, tapi tidak punya modal, atau modalnya sedikit, boleh mencoba memulai berjualan online, baik sebagai dropshipper atau pun reseller.

Beda dropshipper dengan reseller

Banyak orang keliru menyamakan dropshipper dengan reseller. Padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Jika bertindak sebagai dropshipper, kita tidak perlu menstok barang. Kita tinggal bikin perjanjian dengan produsen, untuk menjadi agen yang menjual produk mereka. Biasanya setiap produk yang terjual kita akan mendapat diskon tertentu. Kalau produsen membebaskan rentang harga penjualan, kita bahkan bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak. Sedangkan reseller berarti kita harus membeli barang ke produsen terlebih dahulu dengan diskon yang biasanya lebih besar dibanding menjadi dropshipper. Namun, pembelian barang tersebut dalam kuantitas tertentu.

Di sini terlihat bahwa, dropshipper memiliki kelebihan yakni kita tidak membutuhkan modal sama sekali. Kita hanya perlu memiliki kemampuan persuasif agar bisa meyakinkan orang lain membeli produk kita. Beda dengan reseller yang masih membutuhkan modal, meski sedikit. Namun, sebagai dropshipper, keuntungan yang kita dapatkan lebih sedikit dibanding menjadi reseller.

Jualan online tidak merepotkan

Apa pun pekerjaan yang kamu punya sekarang, sebenarnya tetap bisa berjualan online. Setidaknya, ya sebagai dropshipper. Tinggal update informasi produk setiap hari di social media, lalu tunggu saja respons yang hadir kemudian. Namun, patut diperhatikan pula untuk menjaga tingkat engagement dengan teman di media sosialmu. Jika menggunakan media sosial pribadi untuk berbisnis, dan hanya mengunggah informasi produk,  teman-temanmu akan menganggapnya sebagai SPAM, dan tidak lagi memedulikanmu. Karena itu perlu dijaga interaksi sosial dengan teman dan aturlah postingan secara adil antara konten-konten produk jualan dengan konten-konten pribadi.

Yang perlu juga jadi catatan saat menjadi dropshipper adalah jaga komunikasimu dengan produsen. Ini ada hubungannya pula dengan komunikasi ke customer. Ada banyak tipe customer. Yang baik ada, yang nggak sabaran juga banyak. Pertanyaan tentang produk datang bertubi-tubi. Sebagai perantara, kadang kamu harus menanyakannya ke produsen. Jangan sampai terbawa emosi “tidak sabaran” itu ke produsen. Kamu harus tenang meladeni dan mengatur ritme komunikasi mulai dari pertanyaan seputar produk hinga ke pengiriman/resi. Sebab, tidak sedikit pelanggan yang sudah heboh minta dikasih bukti resi pengiriman sesaat setelah transfer. Kita patut maklum karena mereka takut penipuan online.

Pengalaman Jualan Online di Sumbawa

Saat di Sumbawa, setelah Blackberry mulai kalah oleh Android, aku beralih profesi menjadi penjual mutiara. Sama-sama via online. Mulanya, tentu aku menjadi dropshipper. Repotnya adalah menilai kualitas mutiara itu bukan perkara yang mudah. Kadang-kadang ada perbedaan persepsi dengan konsumen.

Sebagai informasi, mutiara dibedakan kualitasnya berdasarkan grade yang ditentukan dari berbagai aspek. Ada grade AAA, AA, dan A. Namun, ada juga produsen yang menetapkan grade dengan cara A, B, dan C. Di sisi lain, ternyata ada juga persepsi yang mengatakan, grade AAA murni sebenarnya tidak dijual di pasar lokal. Sehingga yang dijual di pasaran, baik pasar offline maupun pasar online, adalah so-called-grade AAA.

Mutiara Lombok

Susah sekali menjelaskan hal tersebut ke konsumen lokal sehingga acapkali terjadi kesalahpahaman pengiriman produk. Di satu sisi konsumen minta mutiara dengan grade AAA berharga 400 ribu/gram seperti foto yang ia lihat di toko online. Di sisi lain, mana ada foto produk yang terlihat bagus sehingga nyatanya mutiara dengan harga 400 ribu/gram pasti tidak akan semulus di foto. Untuk mendapatkan mutiara dengan grade AAA kualitas ekspor, harganya tidak main-main. Jutaan per gramnya.

Di sini, aku mau bilang, meski sebagai dropshipper, kita juga harus punya pengetahuan produk yang baik agar penjualan online menjadi lebih lancar.

Cara sukses jualan online di media sosial

Media sosial adalah pasar online yang besar. Dua media sosial yang sering menjadi tempat berjualan adalah Facebook dan Instagram.

Kelebihan dua media sosial ini adalah adanya fitur Ads (iklan). Dengan fitur ini kita bisa menjangkau calon customer yang akan membeli produk kita.

Langkah pertama yang harus dilakukan di Facebook adalah membuat Fanspage. Sedangkan di Instagram kita kudu mengubah akun kita dari personal menjadi akun bisnis. Setelah itu tautkan akun Instagram kamu di Fanspage Facebook.

Kelebihan Fanspage Facebook adalah tidak adanya batasan jumlah teman. Jika akun pribadi membatasi 5000 teman, Fanspage bisa tak terbatas. Hanya saja tantangannya adalah mengundang sebanyak mungkin orang atau membuat orang mau menyukai Fanspage kita.

Ini adalah tahap lebih lanjut ketika kita ingin memperluas pasar kita.

Yang harus kita perhatikan adalah kita sudah mulai harus memikirkan foto dan desain grafis dari postingan kita. Semakin bagus foto dan grafis info produk tersebut, semakin banyak orang yang tertarik.

Tidak cukup hanya foto, kita juga harus mulai memikirkan caption dengan narasi produk yang kuat untuk melengkapi foto tersebut. Narasi tidak boleh datar dan hambar. Di sini teknik content marketing dibutuhkan.

Ketiga, karena tertaut dengan Instagram, variabel yang tak kalah pentingnya adalah hashtag atau tagar. Gunakan tagar yang tepat yang bisa menyasar ke orang-orang yang memiliki minat yang berkaitan dengan produk kita.

Beriklan di Media Sosial

Selanjutnya, kita tinggal mengatur iklan kita. Aku sarankan pengaturan iklan dilakukan di Fanspage Facebook saja. Kalau sudah tertaut ke Instagram, secara otomatis iklan tersebut juga akan berjalan di Instagram.

Biayanya tidak mahal. Kita sudah bisa beriklan mulai dari 10 ribu/hari. Patut diperhatikan agar kita bisa mengatur usia, wilayah, dan minat dari para pengguna Facebook yang akan melihat iklan kita nantinya.

Selain itu, jam posting juga perlu diperhatikan. Setiap pengguna memiliki peak time tersendiri. Kapan sebuah postingan paling banyak menghasilkan interaksi. Biasanya itu terjadi mulai pukul 17.00-19.00. Beberapa akun berita lebih banyak menghasilkan interaksi sebelum jam 9 pagi. Semuanya tergantung karakteristik masing-masing akun. Dengan memahami hal itu, kita harus posting dan beriklan pada peak time tersebut.

Hal ini dilakukan juga dengan alasan untuk mengikuti ritme algoritma media sosial yang menuntut interaksi yang baik. Karena pada dasarnya, seperti Instagram, hanya akan menayangkan postingan terbaru pada 10% followers dalam satu jam pertama. Jika engagement rate pada waktu tersebut tidak baik, ya stop di situ. Namun, jika baik, ia akan menayangkannya ke lebih banyak pengguna. Bahkan ke yang belum terhubung dengan akun kita—bisa temannya teman, atau temannya temannya teman. Jangkauan akan menjadi lebih luas karenanya.

Tugas belum selesai sampai di sana. Perhatikan pengguna yang memberikan like di postingan kita. Jika di Fanspage Facebook, jangan lupa untuk klik lalu invite mereka untuk menyukai halaman/Fanspage kita. Jika di Instagram, tidak apa-apa untuk mem-follow mereka. Dengan cara ini, kita tengah membangun brand awareness terhadap pengguna media sosial.

Nah, selain itu, meski sifatnya sudah akun bisnis, selingi postinganmu dengan hal-hal yang menarik dan inspiratif untuk mendapatkan lebih banyak engagement. Kalau bisa, dengan kekuatan narasi, ikuti isu-isu terbaru lalu kaitkan dengan produkmu. Namun, jangan sampai kelewatan seperti yang dilakukan sebuah merk hijab dengan menjadikan Hari Raya Idul Qurban sebagai komparasi yang keliru.

Dari media sosial, ke market place/e-commerce

Tahukah kamu bahwa jumlah UMKM di Indonesia kini ada lebih dari 55 juta? Namun, baru sedikit dari mereka yang berjualan online.

Setelah mengarungi lautan media sosial, biasanya para pedagang juga akan berlayar di market place/e-commerce. Ada banyak market place/e-commerce di Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Jd.id, dan Blibli. Kesemuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, bila sudah berlayar di marketplace, sepertinya berjualan online sudah tidak bisa hanya sekadar menyambi/sampingan. Dibutuhkan fokus untuk bisa bertarung di sana.

Keberadaan dagangan kita di market place akan melengkapi keberadaan kita di media sosial. Ketika hanya sebatas di media sosial, biasanya tingkat kepercayaan calon pelanggan terhadap kita tidak terlalu tinggi dibandingkan bila kita juga berjualan di market place.

Buat para pemula, setidaknya ada 7 cara sukses agar bisa bersaing di market place.

Pilih nama toko yang representatif dan mudah diingat

Nama toko mungkin terlihat remeh tetapi sebenarnya sangat penting. Nama ini sebaiknya sudah dipikirkan sejak membangun akun bisnis di Facebook dan Instagram, sehingga tinggal menyamakannya di market place. Nama toko juga berkaitan dengan produk yang dijual. Sebagai contoh, ketika saya berjualan mutiara dulu, nama toko saya adalah Original Mutiara. Ketika saya berjualan buku, nama toko saya adalah Pringplus, guna menyamai Periplus. Istri saya yang berjualan gamis dan kerudung, menamai tokonya dengan Etalase Zane. Nama toko ini harus benar-benar dipikirkan. Kalau sudah sekali digunakan, sebaiknya jangan diganti-ganti.

Gunakan logo toko sebagai foto profil               

Setelah nama toko, hal berikutnya yang tak kalah penting adalah membuat logo toko. Setiap logo punya filosofi. Setiap logo juga harus dipikirkan baik-baik mulai dari warna, bentuk atau pola, sehingga terasa mewakili filosofi dan makna yang ingin diemban. Selain itu, jangan sampai logo yang kita buat sama atau bahkan sangat mirip dengan logo-logo yang sudah ada. Tidak menutup kemungkinan bukan kalau toko kita jadi besar dan terkenal suatu saat nanti. Lalu tiba-tiba saat itu ada yang menuntut kita dengan tuduhan telah mencuri atau melakukan plagiarisme logo. Nggak lucu juga.

Menyiapkan produk yang berkualitas dan berdaya saing

Usaha online dalam taraf tertentu menuntut kita jadi produsen. Istriku di rumah sedang berpikir untuk memproduksi barang dagangannya. Saat ini sih dia masih menjual produk dari produsen yang juga teman-temannya. Banyak anak ITB (yang emak-emak) yang justru banting setir menjadi pengusaha.

Tinggal cari penjahit, lalu ada quality control, dia yakin bisa memasang merk sendiri. Cara ini memang membutuhkan modal yang lebih banyak dan fokus yang lebih intens. Kreativitas juga dibutuhkan untuk memberi nilai tambah pada produk yang akan kita jual. Tidak main-main memang cara kita menyiapkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Sebab itulah hal yang dibutuhkan jika ingin sukses di market place. Meski prinsip high risk high return berlaku. Pada satu titik kita harus mengambil langkah dan keberanian untuk memulai memiliki produk sendiri.

Buat informasi produk dan gambar/foto yang jelas dan menarik

Produk yang baik akan percuma bilamana informasi produk yang disertakan tidak memadai. Atau bahkan tidak menarik sama sekali. Di sinilah seni dalam berdagang akan menantang kita untuk mengeluarkan kreativitas dalam membuat narasi produk.

Narasi tersebut harus dilengkapi dengan foto produk yang jelas dan menarik. Biasanya calon pelanggan akan lebih menghargai foto produk yang asli, tanpa editan. Memang sih perlu kita memfoto dengan memikirkan pencahayaan dan model yang bagus. Namun, tak kalah pentingnya adalah memajang gambar produk itu bagus apa adanya. Di situlah calon pelanggan akan percaya pada kualitas produk kita.

Setting semua  jasa pengiriman

Salah satu pertimbangan calon membeli ketika hendak membeli produk adalah berapa ongkos kirimnya, apa jasa pengiriman yang disediakan. Beberapa orang nyaman menggunakan Pos. Biasanya mereka ini tinggalnya di desa-desa yang jauh dari perkotaan. Pos lebih mudah menjangkau mereka. Namun, yang di kota besar merasa lebih suka pakai jasa pengiriman lain seperti Tiki, JNE, atau JNT, bahkan Wahana. Murah bukan pertimbangan utama, tetapi ketepatan waktu pengiriman biasanya jadi lebih penting.

Maka dari itu, setting saja bahwa kamu bisa melakukan pengiriman dengan semua jasa ekspedisi/pengiriman yang ada. Biarlah para pembeli yang memutuskan akan memakai jasa yang mana.

Tetapkan harga bersaing

Nah ini juga sangat penting. Risiko ketika kita hanya menjadi dropshipper ataupun reseller adalah kita akan bersaing dengan sesama dropshipper dan reseller produk yang sama. Bahkan tidak mungkin kalau kita akan bersaing dengan produsen utama. Tentu kita nggak bisa sembarangan menetapkan harga.

Konsumen sudah pintar sekarang. Mereka menggunakan fitur pencarian produk dan aplikasi akan menghasilkan tampilan semua produk dari toko-toko berbeda. Mereka kemudian membandingkan mana yang layak dibeli atau tidak.

Harga menjadi salah satu poin penilaian. Namun, jangan berusaha menjadi penjual dengan harga yang termurah juga. Percayalah pintu rejeki sudah diatur. Tidak sedikit calon pembeli yang tidak percaya pada toko yang menjual dengan harga termurah. Mereka biasanya akan berpikir kalau semurah itu, jangan-jangan barangnya palsu.

Jadi, tetapkan harga bersaing saja, berada di area rata-rata.

Fast response

Inilah alasan utama kenapa kalau sudah terjun di market place, kita tidak bisa menyambi. Ya, pelanggan membutuhkan respons yang cepat. Fast response. Mereka akan banyak bertanya sebelum membeli. Setelah membeli, mereka akan banyak bertanya mulai dari resi hingga komplain. Jika kita tidak cepat dalam membalas pesan-pesan mereka, jangan mengharapkan rating/bintang yang baik akan mereka berikan. Rating ini akan memengaruhi rekomendasi aplikasi ketika seseorang mencari produk. Kalau bagus rating kita, pertama, kita akan muncul di bagian awal pencarian. Kedua, dengan melihat rating yang baik, calon pelanggan akan lebih mempercayai kita.

Jualan online melalui website

Tingkat kepercayaan calon pembeli akan purna manakala kita punya akun di berbagai media sosial, market place, dan punya website tersendiri. Berjualan online lewat website juga memiliki tips dan trik tersendiri agar sukses.

Langkah pertama tentu adalah menyiapkan website yang cocok untuk berdagang. Ada banyak platform online. Misalnya saja Sirclo. Cara membuat web semuanya hampir sama. Setelah mendaftar di platform yang diinginkan, kita menyiapkan nama web, memilih template, memasukkan nama domain dan data lainnya. Selanjutnya kita menyiapkan web hosting, atau space/tempat—semacam harddisk di sebuah server—untuk meletakkan halaman website tersebut. Harganya bervariasi tergantung berapa space yang kita inginkan.

Strategi jualan online di website

Strategi pemasaran online di website membutuhkan teknik khusus. Bukan Cuma soal mengaitkannya di berbagai media sosial kita.

Strategi marketing terbaik dapat memberikan hasil yang maksimal dengan biaya seefisien mungkin. Beberapa strategi yang digunakan antara lain:

Search Engine Optimization (SEO)

SEO adalah salah satu strategi marketing yang dapat memungkinkan website muncul di halaman pertama Google atau search engine lainnya. Kalau muncul di halaman pertama, kemungkinan besar para calon pelanggan akan mengklik web kita.

Search Engine Marketing (SEM)

SEM agak mirip dengan SEO. Yang membedakan adalah ketika menggunakan SEM, posisi iklan website kita berada paling atas sehingga kemungkinan orang melihat dan mengklik web kita jadi lebih besar. Namun, biaya untuk menggunakan SEM itu lumayan besar tergantung kata kunci yang ditargetkan.

Affiliate Marketing

Biasanya brand akan bekerja sama dengan blogger dan influencer untuk meletakkan konten di blog mereka (content placement) baik dalam bentuk tulisan maupun banner. Jika berbentuk tulisan, biasanya akan disertakan pula backlink ke web kita sehingga hal itu akan meningkatkan domain authority blog kita. Dengan meningkatnya domain authority, peringkat web kita di Google juga akan naik.

Kalau di Instagram, kita juga bisa memakai jasa endorsement para influencer untuk mencoba produk yang kita miliki. Namun hati-hati ya, karena sekarang sudah banyak orang yang disebut “fake influencer” atau “so-called-influencer”. Mereka membeli followers dan bahkan membeli likes untuk menunjukkan seakan-akan mereka sudah layak sebagai influencer.

Social Media Marketing

Seperti disinggung di awal, apa yang termaktub di website, setiap ada konten baru, seharusnya secara otomatis terbagi juga ke media sosial. Jika di instagram, alangkah lebih baik bila jumlah followers sudah melebihi 10.000 sehingga akan ada satu fitur bernama Swipe Up terbuka di Instastory. Dengan fitur ini, kita dapat mengaitkan link website dengan postingan story Instagram.

Jualan online membutuhkan internet secepat Groovy

Semua strategi dan cara sukses jualan online di atas akan sia-sia jika kita tidak memiliki internet yang cepat dan stabil. Groovy adalah salah satu provider di Indonesia yang menyediakan layanan internet rumahan yang cepat dan stabil tersebut.

Ya, jualan online sangat membutuhkan internet yang cepat dan stabil. Bagaimana coba ketika ada calon pelanggan bertanya, tiba-tiba internet lemot? Bisa-bisa mereka kabur, nggak nanya-nanya lagi ‘kan? Jangan sampai berjualan online tapi koneksi dan kecepatan pas-pasan.

Rumah kita harus dipasang layanan internet rumahan yang cepat dan stabil. Nah, Groovy hadir sebagai solusi.

Groovy menyediakan layanan unlimited speed dengan jaringan kabel fiber optic yang langsung tersambung ke rumah dengan metode fiber to the home (FFTH). Fiber optic ini dapat mentransfer data lebih cepat dengan bandwith yang lebih besar dibandingkn dengan kabel koaksial yang dipakai banyak ISP di pasaran. Groovy juga menyediakan berbagai paket internet mulai dari 15 mbps, 30 mbps, 50 mbps, hingga 100 mbps dan sudah termasuk TV Kabel. Layanan internet tanpa batas ini cocok banget buat para pebisnis online yang butuh online selama 24 jam (atau tergantung jam kerja toko).

Sukses jualan online

Apa pun itu, untuk memulai sesuatu membutuhkan keberanian. Kalau masih ragu, mulailah dari hal yang sederhana sebagai dropshipper, lanjut menjadi reseller. Kemudian buka akun di market place dan e-commerce. Selanjutnya, bikin web kamu sendiri.

Dari segi produk yang dijual, ya mulanya kita akan menjual barang orang lain. Namun, pasti pada satu titik, kamu akan berpikir untuk menjadi produsen. Ingatlah selalu bahwa hal terpenting dari berjualan adalah nilai tambah apa yang kamu tawarkan. Nilai tambah itulah yang akan menjadi pembeda produk yang kamu jual dengan produk lainnya. Semakin baik nilai tambah itu, semakin baik pula penjualan online kamu.

Ingatlah, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Tuhan akan selalu bersama orang-orang yang beusaha dan berdoa pada setiap langkahnya. Jangan lupa pula, jualan online membutuhkan internet yang cepat dan stabil. Dan Groovy hadir sebagai solusi.

Write A Comment