(Last Updated On: December 3, 2019)

Disaat sebuah game menjadi sebuah fenomena yang besar, google membuat suatu platform gaming berbasis streaming yang menjadi competitor untuk playstation, xbox, steam, dan epic game.

Halo guys, balik lagi dengan Groovy gaming news! Hari ini saya mau ngomongin soal Google stadia. Jadi buat kalian yang ga tahu tentang google stadia ini adalah sebuah platform game berbasis streaming yang bisa kalian pakai dimana saja asalkan kalian memiliki akses internet yang stabil dan juga account google stadia. Nah, hari ini saya akan membicarakan lebih detail soal google stadia, so chech this out.

Apa itu google stadia?

Google stadia adalah sebuah platform untuk bermain game secara streaming tanpa memiliki console gaming atau perankat gaming. Layanan yang dikembangkan oleh google ini memiliki keunggulan seperti dapat bermain game AAA (triple A) dengan resolusi full hd 1080p 60fps di perangkat apapun. Jadi secara teori kalian bisa bermain game seperti Destiny 2 di tv rumah atau di smartphone kalian.

Apa keuntungannya menggunakan google stadia?

Keuntungan menggunakan google stadia adalah kalian dapat bermain game di beberapa device. Google stadia juga adalah salah satu layanan yang dapat kalian gunakan jika kalian adalah seseorang yang sibuk atau on the go yang pastinya kalian membutuhkan mobilitas dan juga kalian tidak memiliki banyak waktu untuk duduk diam dikursi rumah.

Permasalahan google stadia

Jadi beberapa hari yang lalu google stadia sudah diluncurkan, pastinya untuk sebuah layanan yang relative baru pastinya terdapat banyak permasalahan pada launching. Pada awalnya google stadia memiliki 12 game yang akan di release di platform ini, kalian pasti mengira 12 game bukan jumlah yang banyak kan? Memang benar, dan google stadia mendapatkan banyak kritik dari banyak orang termasuk dari pengamat dan juga youtuber.

Fitur fitur dari google stadia juga di delay tanpa sebab, salah satunya adalah fitur buddy share yang dapat berbagi account untuk bermain dengan teman kita tanpa harus membeli game tersebut. 

Salah satu permasalahan yang sudah terlihat dari lama adalah kita harus membayar game yang akan kita mainkan. Jadi kalian harus membayar subscription google stadia dan kalian juga harus membayar game yang kalian akan mainkan. Anggap saja kalian membayar $20 untuk subscription google stadia, kalian juga harus membayar game Destiny 2 tersebut $60. 

Bayangkan saja, di platform game seperti steam game Destiny sudah di discount dan kalian bisa mendapatkannya saat ini dengan harga yang miring karena game tersebut sudah cukup lama. Jadi kalian harus membayar game lama dengan harga waktu barunya.

Terlebih lagi beberapa pengguna melaporkan layanan google stadia tersebut mengalami latency lag dan hardware google chromecast yang diberikan google kepada pengguna mengalami overheat dan tidak dapat digunakan untuk bermain game dalam jangka waktu yang lama. Pengguna yang sama juga mengatakan bahwa google chromecast yang digunakan olehnya juga tidak dapat menonton Netflix lebih dari 1 jam.

Xbox Xcloud

Saat ini Xbox Xcloud sedang dalam tahap pengembangan, Xbox Xcloud ini. Memiliki konsep yang sama seperti Google stadia, namun kita tidak perlu membayar game yang akan kita mainkan. Terlebih lagi, xbox xcloud ini sudah memiliki 50 game yang bisa dimainkan di berbagai perangakat.  Saat ini xbox xcloud sudah dapat dimainkan di Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Saat ini bermain game secara streaming menjadi salah satu trend yang akan membawa  industry ini ke jenjang yang lebih tinggi lagi, terlebih lagi dengan adanya layanan ini akan semakin banyak calon konsumen yang akan melirik layanan semacam ini. 

Write A Comment